Rabu, 21 September 2011

MASJID BALAI SUNGAI

 
Sudah dua tahun ini, saya diserahi tugas untuk merenovasi masjid kantor Balai Sungai. Dengan dibantu oleh tim Arsitra konsultan kami membuat perencanaan masjid. dasar endekatan bangunan adalah dengan menggabungkan konsep jawa dan timur tengah yang diwakili oleh:
·         Masjid demak mewakili arsitektur jawa
·         Masjid di timur tengah dengan ciri   Kubah dan   lengkung gothiknya  serta 
·         Masjid nabawi  dengan deretan menaranya merupakan ciri khas arsitektur islam 
Sementara gubahan masanya didasari oleh filosofis:

Ø  Bangunan utama dengan masa segi empat yang salah satu sumbu mengarah ke kiblat sedang sumbu lain sebagai arah untuk barisan shof sholat dengan bentuk atap menggunakan btk arsitektur jawa (limasan) untuk menyesuaiakan bentuk masa bangunan yang sudah disekitarnya.
Ø  8 btk masa  kecil di ujung bangunan merupakan menara  yang dimodifikasi mengadopsi bentuk yang ada masjid nabawi yang fungsinya menyampaikan syiar agama islam di 8 penjuru angin .



Dilengkapi dengan struktur atap, kolom dan balok yang melambangkan:
  •  Bentuk limasan merupakan struktur  sederhana dan kuat mudah pelaksanaan sebagai symbol orang sujud dengan arah jurai ke kiblat  pada satu sisi, dan shof sholat sisi lain
  • ·Struktur beton dengan penonjolan/ expose kolom dan balok yag kokoh melambangkan kekuatan iman yang dimiliki oleh para jamaahnya. Deretan kolom yang tinggi melambangkan unsur vertikalisma terkait dengan HABLUMINANNALLAH
  •  Peninggian lantai antara 0,8 m – 1 m untuk memberikan kesan bahwa ini bangunan suci sekaligus mengantisipasi terhadap banjir 
  • Peninggian plafond terutama pada bangunan utama antara 4 -6 m menyimbulkan skala  bahwa manusia kecil dihadapan Allah
KONSEP PENAMPILAN BANGUNAN merupaka perpaduan antara timur tengah dan Jawa seperti berikut